November 18, 2009 @ 7:33 pm by bokep in Cerita Dewasa
Sedikit extreme memang, namun inilah pengalaman seks yang tak terlupakan. Cerita seks yang sungguh memacu andrenalin.
Sudah lama aku dan beberapa temanku mengincar sebuah kost putri yang masih baru didaerahku.Daerah dekat kampungku terdapat perumahan yang masih tergolong baru dan tempatnya cukup terpencil ditengah sawah yang kebetulan belum banyak berpenghuni. Hanya ada 5 rumah yang baru dibangun, dan yang ditempati baru satu dan itupun ditempati oleh 4 orang cewek yang kebetulan kost disitu. Kami sering memperhatikan mereka pada saat mereka sering lewat membeli barang kebutuhan dikampungku. Mereka semua cantik cantik dan putih. Belakangan kami mulai mengenal nama nama mereka. Mereka semua berasal dari luar daerah yang baru masuk kuliah semester pertama. Suatu malam pada saat aku ,Joni,Bram,Agung sedang minum minuman keras salah seorang cewek penghuni kost yang bernama Tia baru saja melewati kami memakai kaos ketat dan celana pendek. Timbul pikiran jahat dibenakku dan kucetuskan pada teman-temanku. (lanjut gan…)
Comments (2)
September 2, 2009 @ 4:33 pm by bokep in Cerita Dewasa
Hello bro… perkenalkan namaku Andi seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Surakarta. Sragen adalah kampung halamanku, dan disana ak punya tetangga cantik bernama Ana.
Ana adalah wanita yang berkulit kuning dengan body yang padat didukung postur tubuh yang tinggi membuat semua kaum Adam menelan ludah dibuatnya. Begitu juga dengan aku yang secara diam-diam menaruh hati padanya walaupun umurku 5 tahun dibawahnya, tapi rasa ingin memiliki dan nafsuku lebih besar dari pada mengingat selisih umur kami. Kebetulan rumah Mbak Ana tepat berada di samping rumahku dan rumah itu kiranya tidak mempunyai kamar mandi di dalamnya, melainkan bilik kecil yang ada di luar rumah. Kamar Mbak Ana berada di samping kanan rumahku, dengan sebuah jendela kaca gelap ukuran sedang. Kebiasaan Mbak Ana jika tidur lampu dalam rumahnya tetap menyala, itu kuketahui karena kebiasaan burukku yang suka mengintip orang tidur, aku sangat terangsang jika melihat Mbak Ana sedang tidur dan akhirnya aku melakukan onani di depan jendela kamar Mbak Ana.
Ketika itu aku pulang dari kuliah lewat belakang rumah karena sebelumnya aku membeli rokok Sampurna A Mild di warung yang berada di belakang rumahku. Saat aku melewati bilik Mbak Ana, aku melihat sosok tubuh yang sangat kukenal yang hanya terbungkus handuk putih bersih, tak lain adalah Mbak Ana, dan aku menyapanya, “Mau mandi Mbak,” sambil menahan perasaan yang tak menentu. “Iya Ndik, mau ikutan..” jawabnya dengan senyum lebar, aku hanya tertawa menanggapi candanya. Terbersit niat jahat di hatiku, perasaanku menerawang jauh membanyangkan tubuh Mbak Ana bila tidak tertutup sehelai benangpun.
Niat itupun kulakukan walau dengan tubuh gemetar dan detak jantung yang memburu, kebetulan waktu itu keadaan sunyi dengan keremangan sore membuatku lebih leluasa. Kemudian aku mempelajari situasi di sekitar bilik tempat Mbak Ana mandi, setelah memperkirakan keadaan aman aku mulai beroperasi dan mengendap-endap mendekati bilik itu. Dengan detak jantung yang memburu aku mencari tempat yang strategis untuk mengintip Mbak Ana mandi dan dengan mudah aku menemukan sebuah lubang yang cukup besar seukuran dua jari. Dari lubang itu aku cukup leluasa menikmati kemolekan dan keindahan tubuh Mbak Ana dan seketika itu juga detak jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, tubuhku gemetar hingga kakiku terasa tidak dapat menahan berat badanku. Kulihat tubuh yang begitu sintal dan padat dengan kulit yang bersih mulus begitu merangsang setiap nafsu lelaki yang melihatnya, apalagi sepasang panyudara dengan ukuran yang begitu menggairahkan, kuning langsat dengan puting yang coklat tegak menantang setiap lelaki. (lanjut gan…)
Comments (6)
September 2, 2009 @ 3:46 pm by bokep in tante girang
Pertama-tama perkenalkan saya Andy (bukan nama sebenarnya). Saat ini saya menginjak 17tahun, dan kisah ini terjadi kira-kira 2 bulan yang lalu, saat aku liburan akhir semester. Waktu itu aku sedang libur sekolah. Aku berencana pergi ke villa tanteku di kota M. Tanteku ini namanya Sofi, orangnya cantik, tubuhnya-pun sangat padat berisi, dan sangat terawat walaupun usia nya memasuki 38 tahun. Aku ingat betul, pagi itu, hari sabtu, aku berangkat dari kota S menuju kota M.
Sesampainya di sana, aku pun disambut dengan ramah. Setelah saling tanya-menanya kabar, aku pun diantarkan ke kamar oleh pembantu tanteku, sebut saja Bi Sum, orangnya mirip penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, tubuhnya yang indah tak kalah dengan tanteku, Bi Sum ini orangnya sangat polos, dan usianya hampir sama dengan tante Sofi, yang membuatku tak berkedip saat mengikutinya dari belakang adalah bongkahan pantat nya yang nampak sangat seksi bergerak Kiri-kanan, kiri-kanan, kiri-kanan saat ia berjalan, seeakan menantangku untuk meremas nya. (lanjut gan…)
Comments (10)
August 30, 2009 @ 7:19 pm by bokep in Cerita Dewasa
Kalau sudah horny tidak lagi memandang status. Contohnya mamaku yang dibutakan oleh hawa nafsu karen jarang dibelai.
Pagi itu aku pulang sekolah lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Sesampai dirumah nampak sebuah mobil sedan putih parkir didepan rumah. Siapa ya ? dalam hatiku bertanya.
Padahal mama hari ini jadwalnya tennis. Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi. (lanjut gan…)
Comments (4)
Berkuda sepanjang di bagian belakang taksi, kami agak cemas mengenai apa yang kita perkirakan selanjutnya, kami pada belas kasihan orang Turki. Riding along in the back of the taxi, we were somewhat apprehensive as to what we should . Kami wined dan makan selama berjam-jam di AC restoran atau di luar di teras dan kami akan meninggalkan penuh dan merasa seperti kami telah membuat teman-teman baru. We were wined and dined for hours in air conditioned restaurants or
Kami mulai berjalan, menjajaki setiap tempat makanan yang direkomendasikan oleh Jeany noona. Mulai dari nasi campur, mie goreng khas bali dan juga sate 10 macam dengan 5 macam sambal. Indonesia memang kaya akan kuliner. Aku suka ini. “ makanan penutup… . ujarku sambil menikmati pemandangan kebun the yang terlihat dari teras belakang ini. “aku juga…”ujarnya sambil menghela nafas dalam-dalam. “Jonghyun oppa, Taemin-ah!!!”teriak Jeany noona dari dalam. “waeyo noona?
Teras belakang rumah kami ini memiliki view yang sangat indah karena berhadapan langsung dengan halaman yang cukup luas dimana ditengah-tengahnya terdapat sebuah kolam ikan yang sangat besar yang di sekelilingnya banyak ditanami dengan
Besi chrome, kaca, kayu, dan batu candi merupakan material yang dominan pada desain ini, kami berupaya memadukan unsur-unsur alami dengan unsur-unsur modern. Hal ini merupakan wujud penggambaran masyarakat Indonesia saat ini yang mulai Penggunaan pagar pada bagian belakang bangunan dimaksudkan untuk menjaga privasi pada ruang jemur pakaian, material bambu yang digunakan menciptakan kesan alami yang telah diberi oleh batu candi serta vegetasi dan kolam pada teras
terdengar suara bunda dari ruang belakang sambil berjalan ke arah kami. Bunda bersalaman dan mencium tangan ayah. Ayah balas mencium kening bunda dan menggendongku ke teras belakang. Bunda menyusul setelah menggambil segalas air putih
Di teras belakang, kami bercerita tentang kegiatan, berbagi fantasi tentang impian, berencana tentang masa depan, bahkan blak-blakan mengenai sisi gelap kehidupan. selengkapnya.
kebingungan memakai topeng norma yang mana. dan sekarang, setelah setelah lebih dari sepuluh tahun, saat usia kami mulai menginjak kepala tiga, kami masih sering bertemu. di teras belakang rumahku, menikmati senja seusai kerja.
Setelah melewati Kampung Salo dan Kessi Lampe, pandangan kami tertuju pada pohon-pohon bakau yang rindang dan padat. Pohon-pohon yang menghijau di sepanjang teluk Kendari. Pemandangan itu menjadi tak biasa karena vegetasi ini Yang di belakang mengarahkan kemudi. Sampan itu melewati kolong jembatan sekaligus jalan lorong desa, tempat dimana beberapa wanita desa menjemur pakaian. Berhenti pada teras belakang rumah panggung, sampan diikat sandarkan pada tangga rumah.
Lima rumah di depan, dan dua rumah di belakang. Rumah cinta kami-begitu aku menyebutnya- adalah dua rumah di belakang. Diapit pintu dapur tetangga dan teras tetangga sebelah. Tempat yang asyik untuk nenangga dan ngerumpi.
Kami diundang untuk berbicara tentang menulis oleh sebuah komunitas perempuan lesbian di Jakarta, Institut Pelangi Perempuan (IPP). Kami duduk melingkar di atas tikar, di teras belakang sebuah kantor sekretariat lembaga donor asal