September 2, 2009 @ 3:46 pm by bokep in tante girang
Pertama-tama perkenalkan saya Andy (bukan nama sebenarnya). Saat ini saya menginjak 17tahun, dan kisah ini terjadi kira-kira 2 bulan yang lalu, saat aku liburan akhir semester. Waktu itu aku sedang libur sekolah. Aku berencana pergi ke villa tanteku di kota M. Tanteku ini namanya Sofi, orangnya cantik, tubuhnya-pun sangat padat berisi, dan sangat terawat walaupun usia nya memasuki 38 tahun. Aku ingat betul, pagi itu, hari sabtu, aku berangkat dari kota S menuju kota M.
Sesampainya di sana, aku pun disambut dengan ramah. Setelah saling tanya-menanya kabar, aku pun diantarkan ke kamar oleh pembantu tanteku, sebut saja Bi Sum, orangnya mirip penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, tubuhnya yang indah tak kalah dengan tanteku, Bi Sum ini orangnya sangat polos, dan usianya hampir sama dengan tante Sofi, yang membuatku tak berkedip saat mengikutinya dari belakang adalah bongkahan pantat nya yang nampak sangat seksi bergerak Kiri-kanan, kiri-kanan, kiri-kanan saat ia berjalan, seeakan menantangku untuk meremas nya. (lanjut gan…)
Comments (10)
Kini terasa kontolku sudah bisa leluasa keluar masuk memeknya. Sudah terasa licin, namun masih kesat. Nikmat juga memek nenek Mirah. Dengan cepat seperti seorang pendekar, nenek membalikkan tubuhku setelah dipeluknya kuat-kuat.
Terasa hangat di dalam lubang memek nek Bilah. Untuk pertama kali kontolku mengeram dilubang nikmat. Nek Bilah seakan mengurut dadaku. Pintar betul nenek ini bersandiwara memerankan seperti tukan pijat, bisik hatiku.
memek nenek memek ngangkang memek ngecrot memek nungging memek nya memek nyokap memek orang memek pacar memek pacarku memek paha memek payudara memek pelacur memek pembantuku memek penis memek peperonity memek peret memek perih
Mungkin karena telah yakin aku benar-benar mau menjadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu dan melepasnya. “Bu Rum sudah nenek-nenek lho Win. Tetapi kalau kamu pengin melihat memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga sudah lama tidak . Dan bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat dibanding mengocok sendiri. Gesekan-gesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan.
"Ahh Rintih kami bersamaan saat batang kontolku membelah dan masuk ke dalam lubang memek Ibu Ayu yang sangat licin sekali, mungkin karena banyaknya air liurku yang bercampur dengan lendir nikmatnya. Dalam posisi duduk ini, Di dalam taksi aku masih tidak habis pikir bahwa Orang seperti Ibu Ayu yang merupakan public figur dan artis terkenal juga nenek dari beberapa orang cucu, ternyata masih membutuhkan orang sepertiku untuk melampiaskan dan melepas nafsu birahinya.
Aku hanya bisa mendesah dan meliuk-liukkan badanku karena sangat nikmat, 8 menit kemudian aku orgasme tapi cairanku tertahan oleh dildo sehingga vaginaku terasa hangat oleh cairanku dan setiap kali dildo menyeruak masuk ke dalam Yat, lo gue kasih memeknya duluan deh, biar gue pantatnya aja". Lalu Mang Yayat tidur terlentang, sementara aku sudah mengambil posisi di atas badan Mang Yayat, kemudian dengan perlahan aku memasukkan penis Mang Yayat yang besar itu ke dalam
Jadi status Bu Rum adalah nenek dari beberapa cucu. Puncak dari keisenganku mengrim SMS kepada Bu Rum terjadi ketika pengajian ibu-ibu di kampungku yang dilaksanakan secara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. .. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang. Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri
“Aduh Rani tadi masih aku suruh ambil barang dirumah neneknya,” jawabnya dengan halus. wah padahal rumahnya si nenek jauh banget. “dah dari tadi yah tante?” tanyaku penasaran. “barusan berangkat nih, masuk dulu deh, ditunggu aja,
jawab nenek.Dewi pun berbalik melihatku, manis juga. Apalagi disambung samasenyuman yang manis itu. Sepetinya sih dia pemalu. Lalu akudikenalkan sama dia. Saat aku makan, sepertinya dia beberapa kalimemandangku dari seberang sana sambil memotongi Dewi hanya mengerang dan mendesah menahan rasa sakityang pasti nikmat itu. Naik aku menjilati perutnya yang gemuk berisiitu. Namun nafsuku tidak memperdulikan bentuk tubuhnya itu, bagikudia tetap gehoy.. geboy.., S E X Y..
“Boleh, tapi jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya” Aku tersenyum membaca balasannya yang sedikit bergurau, lalu aku balas kembali, “Wi, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tidak enak saja kalau kita terlalu